Contoh soal matematika kelas 11 semester 1 bab sigma
Menguak Misteri Sigma: Panduan Lengkap Contoh Soal Matematika Kelas 11 Semester 1
Matematika seringkali dipandang sebagai subjek yang penuh dengan simbol dan rumus yang rumit. Salah satu topik yang mungkin terasa asing bagi sebagian siswa kelas 11 di semester pertama adalah notasi Sigma (∑). Namun, jangan khawatir! Notasi Sigma pada dasarnya adalah cara ringkas untuk menyatakan penjumlahan deret yang panjang. Memahami konsep ini akan membuka pintu untuk memahami berbagai deret aritmetika dan geometri dengan lebih efisien, serta menjadi bekal penting untuk materi matematika tingkat lanjut.
Artikel ini akan mengajak Anda menyelami dunia notasi Sigma, dimulai dari pemahaman konsep dasarnya, hingga mengupas tuntas berbagai contoh soal yang sering muncul dalam ujian maupun latihan di kelas 11 semester 1. Kita akan membahas berbagai variasi soal, mulai dari yang paling sederhana hingga yang membutuhkan pemikiran lebih kritis.
Memahami Notasi Sigma (∑)
Sebelum kita melangkah ke contoh soal, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu notasi Sigma.
Notasi Sigma (∑) adalah simbol matematika yang digunakan untuk menyatakan penjumlahan dari suatu urutan suku. Simbol ∑ berasal dari huruf Yunani "Sigma" besar.
Secara umum, notasi Sigma ditulis sebagai:
$$ sum_i=m^n a_i $$
Mari kita bedah setiap komponennya:
- ∑: Simbol Sigma, yang berarti "jumlahkan".
- i: Indeks penjumlahan. Ini adalah variabel yang akan berubah nilainya dari batas bawah ke batas atas. Variabel lain seperti k, j, atau n juga bisa digunakan.
- m: Batas bawah penjumlahan. Ini adalah nilai awal dari indeks.
- n: Batas atas penjumlahan. Ini adalah nilai akhir dari indeks.
- aᵢ: Suku umum atau bentuk ekspresi dari setiap suku yang akan dijumlahkan. Suku ini bergantung pada nilai indeks i.
Contoh Sederhana:
Misalkan kita ingin menjumlahkan bilangan bulat dari 1 hingga 5. Tanpa notasi Sigma, kita akan menulisnya sebagai:
1 + 2 + 3 + 4 + 5
Dengan notasi Sigma, kita bisa menuliskannya sebagai:
$$ sum_i=1^5 i $$
Ini berarti kita menjumlahkan nilai i mulai dari i = 1 hingga i = 5.
- Ketika i = 1, suku pertama adalah 1.
- Ketika i = 2, suku kedua adalah 2.
- Ketika i = 3, suku ketiga adalah 3.
- Ketika i = 4, suku keempat adalah 4.
- Ketika i = 5, suku kelima adalah 5.
Jadi, penjumlahannya adalah 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15.
Sifat-sifat Penting dalam Penjumlahan Sigma
Untuk mempermudah pengerjaan soal-soal yang lebih kompleks, penting untuk memahami beberapa sifat dasar notasi Sigma:
-
Sifat Penjumlahan Konstanta:
$$ sum_i=m^n c = c cdot (n – m + 1) $$
Di mana c adalah konstanta. Ini berarti jika kita menjumlahkan konstanta sebanyak k kali, hasilnya adalah c dikali k. Jumlah suku adalah (batas atas – batas bawah + 1). -
Sifat Kelipatan Konstanta:
$$ sum_i=m^n c cdot ai = c sumi=m^n a_i $$
Konstanta dapat dikeluarkan dari dalam notasi Sigma. -
Sifat Penjumlahan Dua Suku:
$$ sum_i=m^n (a_i + bi) = sumi=m^n ai + sumi=m^n b_i $$
Penjumlahan dari jumlah dua suku sama dengan jumlah dari penjumlahan masing-masing suku. -
Sifat Pengurangan Dua Suku:
$$ sum_i=m^n (a_i – bi) = sumi=m^n ai – sumi=m^n b_i $$
Pengurangan dari selisih dua suku sama dengan selisih dari pengurangan masing-masing suku. -
Sifat Perubahan Indeks:
- Memindahkan Batas Bawah ke 1:
$$ sum_i=m^n ai = sumk=1^n-m+1 a_k+m-1 $$
(Ganti i dengan k + m – 1) - Memindahkan Batas Atas ke N:
$$ sum_i=m^n ai = sumk=m-p^n-p a_k+p $$
(Biasanya digunakan untuk memindahkan batas bawah ke 1)
- Memindahkan Batas Bawah ke 1:
Contoh Soal Matematika Kelas 11 Semester 1 Bab Sigma
Sekarang, mari kita masuk ke bagian yang paling penting: contoh soal. Kita akan membahas berbagai jenis soal yang sering ditemui.
Contoh Soal 1: Menghitung Nilai Penjumlahan Langsung
Soal: Hitunglah nilai dari:
$$ sum_k=2^5 (2k + 1) $$
Pembahasan:
Soal ini meminta kita untuk menjumlahkan ekspresi (2k + 1) untuk nilai k mulai dari 2 hingga 5. Kita akan mengganti nilai k satu per satu:
- Untuk k = 2: 2(2) + 1 = 4 + 1 = 5
- Untuk k = 3: 2(3) + 1 = 6 + 1 = 7
- Untuk k = 4: 2(4) + 1 = 8 + 1 = 9
- Untuk k = 5: 2(5) + 1 = 10 + 1 = 11
Jumlahkan semua hasil tersebut:
5 + 7 + 9 + 11 = 32
Jadi, nilai dari $$ sum_k=2^5 (2k + 1) $$ adalah 32.
Contoh Soal 2: Menggunakan Sifat Kelipatan Konstanta dan Penjumlahan
Soal: Hitunglah nilai dari:
$$ sum_i=1^4 (3i^2 – 2) $$
Pembahasan:
Kita bisa menggunakan sifat penjumlahan dan kelipatan konstanta.
$$ sumi=1^4 (3i^2 – 2) = sumi=1^4 3i^2 – sum_i=1^4 2 $$
Sekarang kita hitung masing-masing bagian:
-
Bagian pertama: $$ sumi=1^4 3i^2 $$
Menggunakan sifat kelipatan konstanta:
$$ 3 sumi=1^4 i^2 $$
Kita hitung nilai $i^2$ untuk i = 1 sampai 4:- $i$ = 1: $1^2$ = 1
- $i$ = 2: $2^2$ = 4
- $i$ = 3: $3^2$ = 9
- $i$ = 4: $4^2$ = 16
Jumlahkan nilai $i^2$: 1 + 4 + 9 + 16 = 30
Jadi, $$ 3 sum_i=1^4 i^2 = 3 times 30 = 90 $$
-
Bagian kedua: $$ sum_i=1^4 2 $$
Ini adalah penjumlahan konstanta 2 sebanyak (4 – 1 + 1) = 4 kali.
Menggunakan sifat penjumlahan konstanta:
$$ 2 times (4 – 1 + 1) = 2 times 4 = 8 $$
Sekarang, gabungkan kedua bagian:
$$ 90 – 8 = 82 $$
Jadi, nilai dari $$ sum_i=1^4 (3i^2 – 2) $$ adalah 82.
Contoh Soal 3: Mengubah Bentuk Penjumlahan ke Notasi Sigma
Soal: Nyatakan deret berikut dalam notasi Sigma: 5 + 7 + 9 + 11 + 13
Pembahasan:
Langkah pertama adalah mengidentifikasi apakah deret ini aritmetika atau geometri.
- Perbedaan antara suku-suku berurutan: 7 – 5 = 2, 9 – 7 = 2, 11 – 9 = 2, 13 – 11 = 2.
Karena selisihnya konstan (yaitu 2), ini adalah deret aritmetika dengan beda ($b$) = 2.
Selanjutnya, tentukan suku umum ($a_n$) dari deret aritmetika. Rumusnya adalah $a_n = a_1 + (n-1)b$.
Dalam kasus ini, suku pertama ($a_1$) = 5 dan beda ($b$) = 2.
Jadi, suku umum $a_n = 5 + (n-1)2 = 5 + 2n – 2 = 2n + 3$.
Sekarang kita perlu menentukan batas bawah dan batas atas. Kita bisa mulai dari suku pertama (n=1) atau dari suku lain.
Jika kita memulai dari $n=1$, maka suku umum kita adalah $2n + 3$.
- Untuk $n=1$: $2(1) + 3 = 5$ (Suku pertama)
- Untuk $n=2$: $2(2) + 3 = 7$ (Suku kedua)
- Untuk $n=3$: $2(3) + 3 = 9$ (Suku ketiga)
- Untuk $n=4$: $2(4) + 3 = 11$ (Suku keempat)
- Untuk $n=5$: $2(5) + 3 = 13$ (Suku kelima)
Jadi, deret ini memiliki 5 suku. Kita bisa menuliskannya dalam notasi Sigma sebagai:
$$ sum_n=1^5 (2n + 3) $$
Alternatif Jawaban (menggunakan indeks k dan batas bawah berbeda):
Kita bisa juga menggunakan indeks lain, misalnya k. Jika kita ingin batas bawahnya adalah $k=2$, maka suku umum harus disesuaikan.
Jika kita menggunakan suku umum $2k+1$ (seperti di Contoh Soal 1), mari kita lihat:
- Untuk $k=2$: $2(2)+1 = 5$
- Untuk $k=3$: $2(3)+1 = 7$
- Untuk $k=4$: $2(4)+1 = 9$
- Untuk $k=5$: $2(5)+1 = 11$
- Untuk $k=6$: $2(6)+1 = 13$
Dalam kasus ini, batas atasnya adalah 6. Jadi, notasi Sigma-nya bisa juga:
$$ sum_k=2^6 (2k + 1) $$
Jadi, deret 5 + 7 + 9 + 11 + 13 dapat dinyatakan dalam notasi Sigma sebagai $$ sumn=1^5 (2n + 3) $$ atau $$ sumk=2^6 (2k + 1) $$ atau bentuk lain yang sesuai.
Contoh Soal 4: Menggunakan Sifat Perubahan Indeks
Soal: Ubahlah bentuk penjumlahan berikut sehingga batas bawahnya menjadi 1:
$$ sum_k=3^7 (k^2 – 2k + 1) $$
Pembahasan:
Kita ingin mengubah batas bawah dari 3 menjadi 1. Menggunakan sifat perubahan indeks, kita dapat mengganti variabel k dengan variabel baru, katakanlah j, sedemikian rupa sehingga ketika j = 1, k = 3.
Hubungan antara k dan j bisa kita definisikan sebagai:
k = j + (batas bawah baru – batas bawah lama)
k = j + (1 – 3)
k = j – 2
Sekarang, kita perlu mengganti setiap kemunculan k dalam suku umum dengan (j – 2):
$k^2 – 2k + 1 = (j – 2)^2 – 2(j – 2) + 1$
Mari kita ekspansi:
$(j – 2)^2 = j^2 – 4j + 4$
$-2(j – 2) = -2j + 4$
Jadi, suku umum yang baru adalah:
$(j^2 – 4j + 4) – 2j + 4 + 1 = j^2 – 6j + 9$
Selanjutnya, kita perlu menyesuaikan batas atas. Batas atas yang lama adalah 7. Dengan menggunakan hubungan k = j – 2, ketika k = 7:
7 = j – 2
j = 7 + 2
j = 9
Jadi, batas atas yang baru adalah 9.
Penjumlahan Sigma yang baru adalah:
$$ sum_j=1^9 (j^2 – 6j + 9) $$
Catatan: Kita juga bisa menggunakan substitusi k = j + 2, yang akan menghasilkan batas atas yang berbeda. Mari kita coba cara lain:
Misalkan kita ingin batas bawah menjadi 1. Kita bisa menetapkan $i = k – 2$. Maka $k = i + 2$.
Ketika $k = 3$, maka $i = 3 – 2 = 1$.
Ketika $k = 7$, maka $i = 7 – 2 = 5$.
Suku umum:
$k^2 – 2k + 1 = (i+2)^2 – 2(i+2) + 1$
$= (i^2 + 4i + 4) – (2i + 4) + 1$
$= i^2 + 4i + 4 – 2i – 4 + 1$
$= i^2 + 2i + 1$
Jadi, penjumlahannya menjadi:
$$ sum_i=1^5 (i^2 + 2i + 1) $$
Ada berbagai cara untuk mengubah batas indeks, yang penting adalah konsistensi dalam substitusi dan penyesuaian batas.
Contoh Soal 5: Soal Aplikasi Deret Aritmetika dengan Sigma
Soal: Seorang petani menanam bibit pohon di kebunnya. Pada baris pertama, ia menanam 10 bibit. Pada baris kedua, ia menanam 12 bibit. Pada baris ketiga, ia menanam 14 bibit, dan seterusnya. Jika petani tersebut menanam 20 baris, berapa total bibit pohon yang ditanam?
Pembahasan:
Ini adalah masalah deret aritmetika.
- Suku pertama ($a_1$) = 10
- Beda ($b$) = 12 – 10 = 2
- Jumlah baris (jumlah suku, $n$) = 20
Kita perlu mencari jumlah total bibit pohon, yang merupakan jumlah dari 20 suku pertama deret aritmetika ini.
Suku umum deret aritmetika: $a_k = a_1 + (k-1)b$
$a_k = 10 + (k-1)2 = 10 + 2k – 2 = 2k + 8$
Jumlah total bibit dapat dinyatakan dalam notasi Sigma:
$$ textTotal Bibit = sum_k=1^20 (2k + 8) $$
Sekarang, kita hitung jumlahnya:
$$ sumk=1^20 (2k + 8) = sumk=1^20 2k + sum_k=1^20 8 $$
-
Bagian pertama: $$ sumk=1^20 2k = 2 sumk=1^20 k $$
Kita tahu bahwa jumlah k dari 1 sampai n adalah $n(n+1)/2$. Jadi, untuk n=20:
$$ 2 times frac20(20+1)2 = 2 times frac20 times 212 = 2 times 210 = 420 $$ -
Bagian kedua: $$ sum_k=1^20 8 $$
Ini adalah penjumlahan konstanta 8 sebanyak 20 kali:
$$ 8 times (20 – 1 + 1) = 8 times 20 = 160 $$
Jumlah totalnya adalah:
$$ 420 + 160 = 580 $$
Jadi, total bibit pohon yang ditanam oleh petani adalah 580.
Tips dan Trik Mengerjakan Soal Sigma
- Pahami Soal: Baca soal dengan teliti dan identifikasi apa yang diminta. Apakah Anda perlu menghitung nilai, mengubah bentuk, atau menerapkan konsep pada masalah dunia nyata?
- Kenali Pola: Jika Anda diminta mengubah deret ke notasi Sigma, perhatikan apakah itu deret aritmetika, geometri, atau pola lainnya.
- Manfaatkan Sifat-Sifat: Hafalkan dan pahami sifat-sifat notasi Sigma. Ini akan sangat menghemat waktu dan tenaga Anda.
- Substitusi yang Tepat: Saat mengubah indeks, pastikan substitusi Anda benar dan konsisten.
- Periksa Ulang: Setelah selesai, luangkan waktu untuk memeriksa kembali perhitungan Anda, terutama saat mengganti nilai atau menggunakan rumus.
Kesimpulan
Notasi Sigma, meskipun tampak rumit di awal, adalah alat yang sangat kuat dan efisien untuk merepresentasikan dan menghitung penjumlahan deret. Dengan memahami definisi, sifat-sifatnya, dan berlatih berbagai contoh soal, Anda akan dapat menguasai topik ini dengan baik. Ingatlah bahwa latihan adalah kunci utama dalam memahami konsep matematika apa pun. Teruslah berlatih, jangan ragu untuk bertanya, dan Anda pasti akan berhasil dalam menguasai bab Sigma ini!
Semoga artikel ini memberikan pemahaman yang jelas dan membantu Anda dalam menghadapi soal-soal matematika kelas 11 semester 1. Selamat belajar!
>