
3 Langkah Mudah Bagaimana Cara Membuat Kolom Koran di Microsoft Word yang Jarang Diketahui
Membuat dokumen dengan tata letak seperti koran sering kali dibutuhkan untuk buletin, brosur, atau majalah internal.
Microsoft Word menyediakan fitur kolom yang memudahkan Anda membagi teks menjadi beberapa bagian vertikal.
Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah bagaimana cara membuat kolom koran di microsoft word secara praktis.
Apa Itu Kolom Koran dan Mengapa Penting?
Kolom koran adalah format tata letak di mana teks mengalir dari bawah satu kolom ke puncak kolom berikutnya.
Format ini meningkatkan keterbacaan pada halaman lebar dan memberi kesan profesional.
Banyak organisasi menggunakannya untuk newsletter, laporan tahunan, atau materi promosi karena tampilannya yang rapi.
Dengan memahami fitur ini, Anda dapat menyajikan informasi lebih dinamis tanpa memerlukan software desain grafis khusus.
Persiapan Sebelum Membuat Kolom Koran
Sebelum mulai, pastikan Anda sudah memiliki teks yang akan diformat.
Buka dokumen baru atau dokumen yang sudah berisi konten di Microsoft Word versi 2026.
Pertimbangkan lebar halaman dan margin yang sesuai agar kolom tidak terlalu sempit.
Ukuran kertas A4 atau Letter biasanya ideal untuk dua hingga tiga kolom.
Jika naskah sudah ada, sebaiknya ketik atau tempelkan semua teks terlebih dahulu tanpa pemformatan kolom.
7 Langkah Membuat Kolom Koran di Microsoft Word
Langkah 1: Buka Tab Layout
Letakkan kursor di mana Anda ingin memulai kolom, atau pilih seluruh teks yang akan dikolomkan.
Klik tab “Layout” atau “Tata Letak” pada pita menu di bagian atas jendela Word.
Di grup “Page Setup”, Anda akan menemukan tombol “Columns” yang bergambar dua kolom vertikal.
Langkah 2: Pilih Jumlah Kolom
Setelah mengklik “Columns”, akan muncul menu drop-down dengan pilihan preset.
Anda bisa memilih One, Two, Three, Left, atau Right sesuai kebutuhan.
Untuk kolom koran standar, pilih “Two” jika halaman lebar, atau “Three” untuk tampilan lebih mirip surat kabar.
Langkah 3: Akses Pengaturan Lanjutan
Klik “More Columns” di bagian bawah menu drop-down untuk kontrol yang lebih detail.
Kotak dialog Columns akan terbuka dan menampilkan opsi jumlah kolom, lebar, dan spasi.
Anda bisa memasukkan angka sendiri di kotak “Number of columns” jika menginginkan lebih dari tiga kolom.
Langkah 4: Atur Lebar dan Spasi Kolom
Di bagian “Width and spacing”, Anda dapat menyesuaikan lebar setiap kolom secara manual.
Jika ingin semua kolom seragam, biarkan centang pada opsi “Equal column width”.
Spasi antar kolom standar adalah 0.5 inci, namun Anda bisa mengubahnya sesuai estetika dokumen.
Langkah 5: Tambahkan Garis Pemisah Antar Kolom
Centang kotak “Line between” untuk menambahkan garis vertikal tipis di antara kolom.

Garis ini membantu pembaca membedakan batas kolom dan memperkuat kesan koran.
Fitur ini cocok untuk buletin atau pengumuman resmi yang membutuhkan struktur visual tegas.
Langkah 6: Terapkan Perubahan dan Lihat Hasil
Klik “OK” setelah semua pengaturan selesai untuk menerapkan kolom ke dokumen.
Teks akan otomatis mengalir dari bawah kolom pertama ke puncak kolom kedua, dan seterusnya.
Gunakan tampilan “Print Layout” agar Anda melihat bagaimana dokumen akan tercetak.
Langkah 7: Menangani Bagian Dokumen yang Tidak Ingin Terkolomkan
Jika hanya sebagian teks yang ingin dikolomkan, sisipkan “Section Break” sebelum dan sesudah area kolom.
Caranya: tempatkan kursor di akhir teks non-kolom, lalu klik “Layout” > “Breaks” > “Continuous”.
Setelah itu, pilih area untuk kolom, ulangi langkah membuat kolom, lalu tambahkan section break lagi di akhir kolom.
Tips Mengoptimalkan Tampilan Kolom Koran
Gunakan font yang mudah dibaca seperti Times New Roman atau Calibri dengan ukuran 10-12 poin.
Pastikan paragraf tidak terlalu panjang agar mata tidak cepat lelah saat berpindah kolom.
Kombinasikan dengan gambar atau drop cap untuk menambah daya tarik visual.
Jika Anda mencetak sendiri, lakukan cetak uji untuk memastikan margin dan spasi tidak terpotong.
Hindari penggunaan kolom terlalu banyak pada halaman sempit karena teks akan sulit dibaca.
Perbedaan Kolom Koran dan Tabel di Word
Banyak pengguna awam mencoba membuat layout kolom menggunakan tabel, padahal cara ini kurang efisien.
Kolom koran memungkinkan teks mengalir otomatis tanpa perlu memotong manual seperti pada sel tabel.
Penggunaan kolom bawaan Word lebih fleksibel saat menambah atau mengurangi konten.
Jika Anda memerlukan tata letak paralel untuk data terstruktur, tabel tetap menjadi pilihan tepat.
Mengatasi Masalah Umum Saat Membuat Kolom Koran
Terkadang teks tidak mengalir rata atau ada spasi aneh di akhir halaman.
Masalah ini bisa disebabkan oleh adanya page break manual atau pengaturan paragraf yang menyembunyikan teks.
Gunakan fitur “Show/Hide ¶” untuk memeriksa tanda pemformatan tersembunyi dan menghapus break yang tidak diperlukan.
Jika kolom terlihat tidak seimbang, periksa kembali pengaturan “Equal column width” atau sesuaikan manual.
Untuk teks yang terlalu sedikit, kolom mungkin tampak kosong; tambahkan konten atau gunakan justifikasi paragraf.
Kesimpulan
Membuat kolom koran di Microsoft Word sebenarnya sangat mudah jika Anda memahami langkah-langkahnya.
Dengan memanfaatkan fitur “Columns” di tab Layout, Anda bisa menghasilkan dokumen berformat profesional dalam hitungan menit.